Kolaborasi kain yang dibuat dari goresan halus tangan-tangan manusia dan citarasa modern, menghasilkan koleksi bertajuk “La Femme de Fleurs”.
Koleksi yang telah disiapkan sejak setahun lalu ini, ingin mengangkat sisi feminitas perempuan dan anak, namun tetap berkarakter.Layaknya bunga cantik juga romantis yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi perasaan siapa pun yang melihatnya. Perasaan itulah yang ditampilkan sebagai bagian dari kekuatan pengaruh perempuan untuk terus membangkitkan semangat dalam menjalani kehidupan.
Koleksi ini memoles dan mengangkat keindahan batik, yang dibuat di atas kain sutra, yang tampil sangat berbeda. Kejutan-kejutan segar pun hadir dari setiap material karena aplikasi teknis embos serta variasi benang metalik, jacquard, organza, dan velvet.
Koleksi “La Femme de Fleurs” memeriahkan catwalk Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pekan lalu, dibagi dalam enam sequence, yakni lima sequence busana perempuan dan satu sequence busana anak. Setiap sequence punya tema sendiri.
Nocturne Jardin merupakan tema pertama yang menghadirkan irama yang memadukan kontrasnya malam dan warna-warna bunga yang kuat dari sebuah taman. Makna koleksi ini adalah keindahan akan selalu terlihat dan memberi pengaruh, meski dalam gelapnya malam.
Pada koleksi ini, warna-warna yang ditampilkan didominasi hitam dengan kombinasi motif batik dalam sentuhan warna jingga, hijau, ungu, dan abu-abu, di atas kain ATBM, supersilk, organza, velvet, serta sequin. Untuk menghadirkan kesan anggun, lace, detail geometris bergaya kontemporer, ornamen pada border, juga kain tulle dilibatkan dan bersanding selaras dengan motif batik. Koleksi tersebut banyak menampilkan siluet fit and flare, fitted, dan struktural untuk menegaskan feminitas perempuan yang kuat.
Koleksi Petale and Plis hadir dalam sequence kedua dengan detail dari indahnya kelopak bunga yang lembut dan begitu ringan, sehingga bisa dengan mudah terbawa hembusan angin. Filosofi dari koleksi ini adalah di balik keindahan dan kelembutannya, bunga justru bisa menjadi kekuatan perubahan dari setiap gelombang yang membawanya.
Koleksi ini menampilkan warna putih dan abu-abu dengan sentuhan hitam dan biru serta warna-warna metalik di atas material ATBM, supersilk, lace, organza, dan jacquard. Di sini motif batik berpadu cantik dengan motif massive floral, tail and tile, serta ornamen pada border. Dilengkapi dengan detail lace, lipit, ruffles serta siluet yang menonjolkan feminitas perempuan.
Koleksi Busana Anak
Koleksi busana anak tak kalah menariknya dengan koleksi busana perempuan. Dengan mengusung tema La Recreation, koleksi busana ini membuka sequence ketiga. Busana-busana anak tersebut bisa disandingkan dengan busana perempuan, layaknya sepasang ibu dan anak yang terlihat serasi dan mesra.
Sesuai temanya, koleksi ini menampilkan sisi keceriaan yang dihadirkan dari bunga. Warna-warna bunga yang segar memberi pengaruh besar kepada siapa pun untuk bisa merasakan pesan-pesan kebahagiaan dan keceriaan dalam hidup, sambil menoreh memori atas pengalaman-pengalaman masa kecil yang tak terlupakan, sekaligus menjadi sumber inspirasi masa depan.
Menggunakan material cotton dobby, tulle, dan taffeta, koleksi busana anak tersebut banyak memainkan paduan warna-warna alam yang segar, seperti merah, jingga, kuning, hijau, dan ungu yang berpadu cantik dengan hitam, biru, serta putih. Motif yang banyak dikenakan, antara lain geometris, kontemporer, ornamen pada border, tille pattern dan batik. Kehadiran detail ruffles, pleats, laser cut floral pada koleksi bunga bersiluet A-line, flare, dan struktural menjadi kunci yang mempercantik koleksi yang aksi bagi anak-anak ini.
Pada peragaan busana tersebut, dihadirkan pula batik Betawi. Sequence keempat menghadirkan koleksi batik Betawi di bawah tema La Couronne Le Reine. Beraga selendang, stola, dan syal dari satin silk dan ATBM berhias motif khas Betawi, batik bercorak cantik ini tampil begitu modern sekaligus menawan, layaknya takhta seorang ratu.
Kesan anggun dan menawan dari koleksi ini pun terasa kian kuat karena setiap busana yang tampil di atas panggung dikenakan duta besar perempuan dan istri-istri duta besar serta sosialita.
Peragaan busana ini ditutup dengan koleksi yang bertema Fleurs de Rosee yang mengangkat eleganitas perempuan yang terwujud nyata karena keindahan dan kekuatan yang menjadi takdirnya. Koleksi yang menghadirkan ATBM, organza, velvet, dan jacquard ini, memilih paduan warna-warna alam yang cantik dan terinspirasi dari batu-batu mulia seperti merah, hijau, ungu dan hitam. Tak ketinggalan hadirnya detail cantik yang memadukan batik dengan organza, jacquard, dengan velvet, lace dengan tulle serta kristal Swarovski yang membuat tiap busana terlihat memukau.
Sumber : Sinar Harapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar